Sejarah Microsoft


Microsoft memulakan penyeledikkan tentang Interface Manager (yg kemudiannya dinamakan MS WIndows)pada september 1981. Walaupun prototype pertama yg digunakan adalah menu “Multiplan” dan Word-like yg terletak dibahgian bawah paparan skrin, kemudian antaramuka ini telah di ubah pada tahun 1982 dengan menggunakan menu “pull-down” dan dialogs sebagaimana yg digunakan pada XeroX Star.

MS akhirnya mengumumkan nama WINDOWS pada November 1983 bersama dengan pelancaran VisiOn (OS yg dikeluarkan oleh VisiCorp) dan TopView. VisiOn dan TopView adalah pesaing awal Windows.

Windows menjanjikan antaramuka grafic mudah guna (easy-t-use graphical interface) , device independent graphics dan penggunaan “multitasking”. Pelancarannya telah di tunda beberapa kali sehinggalah November 1985, Windows 1.0 dilancarkan. Dengan pelbagai perisian yg disediakan , namum pada mulanya penjualan OS ini agak lembab.

Windows 1.0 || November 1985
MS-DOS Executive, Calendar, Cardfile, Notepad, Terminal, Calculator, Clock, Reversi, Control Panel, PIF (Program Information File) Editor, Print Spooler, Clipboard, RAMDrive, Windows Write, Windows Paint

Windows 2.0 /286 || 1987
Menambah penggunaan ikon. Pada masa ini Windows sudah menjadi platform utama bagi Pengeluar perisian seperti Excel, Word for Windows, Corel Draw!, Ami, PageMaker dan Micrografx Designer.

Windows/386 || Akhir 1987
Kebolehan yg sama dengan Windows/386 tapi di tingkatkan sedikit dari segi keupayaan menjalankan beberapa aplikasi DOS dalam 1 masa (multitasking)

WIndows 3.0 ||May 1990
Membawa perubahan baru dalam dunia perkomputeran. Terjual lebih 10 juta salinan. Dengan keupayaan 640k memori dan antaramuka yang menarik telah menarik minat ramai pengusaha/pengeluar perisian untuk membangunkan aplikasi bagi platform ini.

Windows 3.1 || April 1992
Sedikit peningkatan dalam persekitaran Windows. Terjual 3 juta salinan dalam masa 2 bulan termasuk versi peningkatan (upgrade version)

Windows 3.11
Tiada ciri-ciri baru. Tetapi dipertingkatkan untuk memperbetulkan kebanyakannya adalah berkaitan dengan jaringan (networking). Boleh di download free dari Microsoft.

Windows for Workgroups 3.1 || Oktober 1992
Penyatuan semua ciri² Windows terdahulu dan sistem rangkaian. Menyediakan “peer-to-peer file and printer sharing”. Memberikan kesenangan kepada pengguna untuk menyediakan satu rangkaian. Sistem perkongsian file diperkenakan untuk memudahkan file dicapai oleh orang lain samada dari platform sama atau pun dos. Memasukkan aplikasi baru “microsoft mail dan Schedule”

Windows for Workgroups 3.11 || November 1993

Windows NT 3.1 || 1 Mac 1994
Platform untuk sistem yg tinggi “High end system”. Untuk kegunaan Pelayan Rangkaian. Antaramuka adalah sama dengan Windows 3.11, tetapi menggunakan kernel OS yg baru.

Windows NT 3.5 || 12 April 1994
Menyediakan OLE 2.0. Kemampuan dipertingkatkan dan mengurangkan penggunaan memori. Di lancarkan pada September 1994. Windows NT 3.5 Workstation menggantikan Windows NT 3.1, dan Windows NT 3.5 Server menggantikan Windows NT 3.1 Advanced Server

Windows NT 4.0 || 15 Mac 1994
projek pertama Microsoft untuk “object-oriented Windows”.

Windows 95 || August 1995
Menggunakan system 32bit dan membolehkan “multitasking”. Mengambil alih sistem dari dos sebaik sahaja sistem beroperasi. Antaramuka yg terbaik dari sebelumnya.

Windows CE ||
Berasaskan Windows95 dan Windows NT. Sesiapa yg sudah biasa dengan Windows95 tiada masalah menggunaan system ini. Di gunakan dalam kompter telapak (PDA)

Windows CE 1.0 || November 1996
Tahun kemudiannya 500000 kompter telapak terjual menggunakan WIndows CE

Windows CE 2.0 || Awal 1998

Windows CE 3.0 || 15 Jun 2000

Windows98 || June 1998
Adalah generasi dan dunia baru bagi penggunaan internet. Ciri² Active desktop membolehkan kita mencapai capaian internet terus dari desktop. Internet explorer 4.0 adalah browser baru yang menyokong HTML 4.0. sokongan ACPI pada OnNoW adalah untuk pengurusan kuasa (power management) yang lebih baik. Dilengkapi peralatan untuk menukarkan FAT16 kepada FAT32. Ciri “Multiple Display Support” membolehkan pengguna menggunakan sehingga 8 monitor sekaligus. Menyokong perkakasan baru dan juga teknologi baru seperti DVD, Firewire, USB, dan AGP. Win32 driver model membolehkan pengguna menggunakan driver yang sama dengan Windows NT 5

Windows NT 5 || November 1998
Mengandungi banyak ciri² baru. Sama seperti Windows 98, NT 5 di datangkan bersama IE 4.0. WIndows NT 5 akan di kenali sebagai Windows 2000.

Windows 2000 || 17 Februari 2000
Manjadi platform yang terbaik dalam keluarga WINDOWS yang menyediakan perkhidmatan INternet, Intranet, Extranet dan pengurusan aplikasi menggunakan Active Directory. Pengguna boleh menyediakan VPN (virtual private network) sendiri yg selamat menggunakan sambungan internet dan pilihan protokol sendiri. Boleh meng”install” aplikasi kepada komputer pengguna didalam LAN menggunakan Windows Installer.

WIndows ME || 14 September 2000
Singkatan dariperkataan Millenium Edition. Adalah untuk pengguna di rumah. Di tambah dengan banya fungsi multimedia. Seperti Movie Maker. WIndows ME pada asasnya adalah peningkatan dari OS terdahulu yang mana menggunakan DOS-base OS.

Windows XP || 225 Oktober 2001
Adalah satu OS yang baru untuk pengguna. Lari dari bayangan OS terdahulu WINDOWS. Menggunakan 32-bit kernel yg menjadi asas Windows NT dan Windows 2000. Mengandung banyak ciri² baru yang tak terdapat pada OS terdahulu. Namum masih lagi boleh menjalankan perisian² lama dari versi terdahulu.

diterjemahkan dan diolah dari http://members.fortunecity.com/pcmuseum/windows.htm

Read Users' Comments (0)

Setting IP Pada Linux Debian 4

Setting IP Pada Linux Debian 4

1. Klik pada Toolbar icon Application-System tool-Network tools.
2. Kemudian konfigurasikan network device eth0.
3. Setelah itu masukkan IPaddress, Subnet Mask, dan Gateway.
4. Kemudian ping IPaddress melalui terminal.
5. Jika komputer dapat mengenali IPnya sendiri, maka setting IP telah sukses.

Read Users' Comments (0)

Windows 2000 server

Windows 2000 server

Berikut pembagian kelas-kelas server sesuai dengan karakteristek penggunaannya :

1. Windows 2000 Server yang melayani Domain Controller

Windows 2000 Server Versi ini merupakan kelanjutan teknologi Windows NT Server 4.0 dengan berbagai fasilitas baru yang semakin memudahkan pengelolaan jaringan. Keluarga server Windows 2000 terdiri dari 3 jenis yaitu versi standar (Server), Advance Server, dan Data Center Server. Windows 2000 Server memiliki semua kemampuan yang ada pada versi Professional ditambah berbagai fasilitas inti yang dibutuhkan sebagai server jaringan. Versi ini dapat digunakan sebagai file dan print server, application server, web server, maupun communication server. Fasilitas penting yang dimiliki versi ini antara lain : 

1. Dukungan untuk penggunaan 2 processor bila diinstal dengan mode clean install, atau 4 processor apabila instalasi dilakukan dengan mengupgrade Windows NT Server. 
2. Active Directory Service untuk memudahkan pengelolaan sumberdaya dan obyek jaringan.
3. Sistem keamanan jaringan menggunakan Kerberos dan public key infrastructure
4. Internet Connection Sharing.
5. Web Server dengan menggunakan Internet Information Services versi 5.0.
6. Windows Terminal Services untuk memudahkan administrasi jaringan dan pemanfaatan hardware komputer lama sehingga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi baru.
7. Dukungan penggunaan RAM hingga 4 GB 
*
Windows 2000 Advance Server memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan versi standar, meliputi semua fasilitas Windows 2000 Server dengan beberapa tambahan feature penting : 

1. Network Load Balancing untuk meningkatkan ketersediaan server serta meningkatkan kinerja.
2. Windows Clustering, memungkinkan komunikasi antar server untuk bekerja sama membentuk suatu cluster sebagai satu kesatuan sistem.
3. Dukungan Symetric Multi Processing (SMP) hingga 8 processor
4. Mendukung 8 GB RAM
*
Windows 2000 Data Center Server Sistem ini memiliki seluruh kemampuan versi Advance dengan tambahan berbagai fasilitas :

1. SMP Scalability hingga 32 processor.
2. Mendukung physical memory sampai dengan 64 GB.
3. Fungsi clustering tingkat lanjut

Windows 2000 Data Center Server sangat sesuai digunakan sebagai sistem operasi server bisnis skala besar seperti : Internet Service Provider (ISP) dan Web Hosting, E-Commerce server dengan fasilitas Online Analytical Processing (OLTP)

2. Data warehousing dan server database skala besar

Server untuk kebutuhan riset, misalkan untuk berbagai analisis econometric. Sebuah server dapat menjalankan berbagai fungsi sesuai kebutuhan bisnis. Pada organisasi skala kecil fungsi – fungsi tersebut dapat digabungkan dalam satu server dan satu komputer. Untuk organisasi besar, sebaiknya setiap fungsi dijalankan pada server terpisah sesuai dengan beban kerjanya.

3. File Server

Fungsi ini merupakan penggunaan paling umum dari sebuah server, dimana server digunakan sebagai pusat penyimpanan file dalam sebuah jaringan. Dengan sistem ini sistem file akan lebih terintegrasi sehingga memudahkan manajemen dan pencarian file. Sistem back up dan penyimpanan file juga dapat dilakukan dengan lebih baik. Windows 2000 Server memiliki fasilitas Distributed File System untuk memudah kan pengelolaan file dalam jaringan. Dengan sistem ini pengguna jaringan dapat dengan mudah menggunakan dan menyimpan file tanpa perlu mengetahui letak sebenarnya dari suatu file.

4. Application Server

Apabila server digunakan untuk menyimpan dan menjalankan suatu program aplikasi, maka server tersebut bertindak sebagai application server. Aplikasi diinstal di server dan dijalankan atau diakses oleh klien. Dengan demikian aplikasi tidak perlu diinstal di klien sehingga memudahkan proses implementasi dan maintenance sistem. Windows Terminal Services merupakan fasilitas untuk memudahkan penggunaan Windows 2000 Server sebagai application server.

5. Web Server

Web Server merupakan komputer yang digunakan sebagai host berbagai aplikasi web baik dalam lingkungan internet maupun intranet. Internet Information Service 5.0 merupakan komponen Windows 2000 Server untuk memudahkan konfigurasi dan manajemen web site.

6. E-Mail Server

Windows 2000 Server dapat juga digunakan sebagai E-Mail server dengan menggunakan berbagai software tambahan antara lain Microsoft Exchange, Lotus Notes, maupun MDaemon. Fungsi E-Mail server dapat dianalogikan dengan kantor pos dalam sistem surat menyurat konvensional.

7. Member Server

Apabila Windows 2000 Server digunakan sebagai member server maka hanya dapat bertindak sebagai klien dalam jaringan dan tidak dapat menjalankan fungsi server untuk mengatur jaringan. Ketika Windows 2000 Server diinstal pertama kali, maka secara otomatis akan berfungsi sebagai member server. Untuk merubahnya sebagai domain controller digunakan perintah dcpromo dari command prompt 1.2.6. Domain Controller Domain Controller (DC) merupakan server yang berfungsi sebagai pengatur jaringan. Manajemen sumber daya dan obyek jaringan dilakukan dari DC, karena akses secara penuh terhadap Active Directory hanya dapat dilakukan dengan melakukan login ke DC. Apabila anda pernah mengelola jaringan berbasis Windows NT maka terdapat istilah Primary Domain Controller (PDC) dan Backup Domain Controller (BDC). Dalam sistem jaringan Windows 2000 dua istilah tersebut sudah tidak dikenal lagi. Setiap DC dalam jaringan adalah peer (setara) yang masing-masing dapat dikonfigurasi untuk melakukan replikasi obyek Active Directory, sehingga apabila salah satu DC tidak berfungsi maka dapat segera digantikan oleh DC yang lain. Sangat disarankan dalam suatu organisasi untuk memiliki minimal 2 DC sehingga menjamin fault tolerance.

Read Users' Comments (0)

Tipe dari Jaringan Nirkabel


                Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel
dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak
dimana data dapat ditransmisikan.

· Wireless Wide Area Networks (WWANs)

Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi
nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat
mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui
penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh
penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan
sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya
Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data
(CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha
sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang
akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga.
ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi
teknologi 3G.

· Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)

Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi
nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya,
antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas),
dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang
sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi
jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis
kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau
cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband,
yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal
yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda,
seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint
distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE
802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi
bagi teknologi-teknologi tersebut.

· Wireless Local Area Networks (WLANs)

Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan
nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan
gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe).
WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel
permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai
suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada
berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat
dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless
(peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access
point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network
backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer
(ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat
membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika
mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.
Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang
mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second
(Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat
ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4
gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana
menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui
frekuensi 5 GHz.

· Wireless Personal Area Networks (WPANs)

Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu
jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler
atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating
space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan
bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini
adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi
pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data
sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan
melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh
suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana
mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif
lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau
kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.
Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah
membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat
standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama
dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang
rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.


Prosedur Intalasi Wireless LAN

Peralatan
1. Kompas dan peta topografi
2. Penggaris dan busur derajat
3. Pensil, penghapus, alat tulis
4. GPS, altimeter, klinometer
5. Kaca pantul dan teropong
6. Radio komunikasi (HT)
7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap,
isolator gel, TBA, unibell
11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan
operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)

Survey Lokasi
1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan
GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over
shoot dan test noise serta interferensi
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada
kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum
adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro
adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan
konektor tidak mudah bergeser
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran
dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan
konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau
kabel listrik instalasi rumah)
8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit
melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools,
disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE

1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat
Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi
kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi +
(positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair
(sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah
bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power
penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau
isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena
1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone
terlewati terhadap obstructure terdekat
2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk
memanjat dan anker cows tail
3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada 
4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan
GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban
sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk
yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air
hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio
1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik
dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD
utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K
melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari
Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA,
pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral
(sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak
termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi
lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet
dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client,
SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan
menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise
1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai
lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station
lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan
lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial
menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan
untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio
(biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm
maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal
strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good,
60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan
tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % -
20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat
dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari
utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent
dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan
atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang
untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak
bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah
pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena
1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena
terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector
maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka
pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap
horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya
perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah
letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena
1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita
anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu
per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam
width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya
memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun
kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah
terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter
utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility
grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan
PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar
802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino
meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan
kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila
diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke
vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi,
syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di
kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena
juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio
1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini
antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP
tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address
maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah
terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge
dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang
didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja,
sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang,
untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada
device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang
satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio,
agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise)
maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software
FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada
kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up
load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps
dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP
connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat
dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat
diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12
concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput
bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah
dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT
ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.

Tips Keamanan Wireless
1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya)
Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk
melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device
akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam
interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu,
pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu
username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda
harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda
juga ubah username yang ada.
2. Aktifkan enkripsi
Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya
enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak
mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan
teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua
peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama
seperti yang digunakan pada access point.
3. Ganti SSID default
Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan
SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu
default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah
“linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui
sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling
tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu
SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak
dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default
Anda segera setelah Anda menset-up access point.
4. Aktifkan MAC Address filtering
Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan
“physical address” atau MAC address. Access point atau router akan
mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set
bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke
dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu,
kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address
mursid_85@yahoo.co.id
pada access point Anda. Jadi yang bias terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah
dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat
MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.
5. Matikan broadcast dari SSID
Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast
SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana
klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi
di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini
tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui
SSID Anda atau juga mencegah orang lain. menumpang jaringan internet Anda
dengan gratis. Anda bias nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan
jaringan Anda.
6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi
Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara
otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara
yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah
bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda.
Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP
yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point
dengan rentang alamat- alamat IP yang fix tadi.
7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang
bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap
jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada
daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan
access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan
jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah. Matikan saja jaringan nirkabel jika
sedang tidak digunakan Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan
mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan.
Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala,
walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada
yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.

Read Users' Comments (0)

Sejarah Kabel UTP

         Kabel UTP adalah kabel khusus untuk transmisi data. UTP, singkatan dari
“Unshielded Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap
interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat
pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.
UTP ada 2 macam :
1. Untuk kabel telepon yang berisi 4 buah kabel.
2. Untuk jaringan computer yang berisi 8 buah kabel.

        UTP dispesifikasikan oleh organisasi Electronic Industries Association
(EIA) dan Tellecommunication Industries Association (TIA). Ada 2 standard untuk
strtuktur pengkabelan :
a. EIA/TIA-568 yang dikeluakan oleh Electronic Industries Association
dan Telecommunications Industry Association.
b. ISO 11801 yang dikeluarkan oleh ISO.

       Kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair atau Ethernet Cable atau kita biasa
menyebutnya dengan kabel LAN adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan
antar peralatan yang berhubungan dengan computer network (komputer, hub, switch,
router). Kabel ini bentuknya seperti kabel telefon, hanya lebih besar. Yang dimaksud
dengan kabel UTP adalah hanya kabelnya, sedangkan kepala kabelnya adalah 8 position
modular connectors (8P8C) yang biasa disebut RJ-45 (RJ=register jack).
Secara fisik, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) terdiri atas 4 pasang dawai
medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata
mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan dawai, untuk
membatasi degradasi sinyal yang disebabkan oleh EMI dan RFI.
Kabel UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 ohm. Hal
ini berbeda dengan tipe pengkabelan twisted pair lainnya seperti pengkabelan untuk
telepon. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah
saat instalasi. UTP juga men-support arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya
sehingga menjadi sangat popular.
Beberapa cacatan mengenai kabel UTP antara lain :

a. Kecepatan dan keluaran :10 – 100 Mbps
b.Biaya rata-rata per node murah
c. Media dan ukuran konektor kecil
d.Panjang kabel maksimum yang diijinkan 100 m (pendek)

        Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya
kecil, juga harganya relative murah dibanding media lain. Satu kekurangannya adalah
rentan terhadap efek interferensi yang berasal dari media atau perangkat-perangkat lain
yang ada di sekelilingnya. Namun hal ini tidak menjadi kendala, dibuktikan dengan
masih tetap digunakannya kabel UTP oleh ahli-ahli jaringan untuk membangun sebuah
jaringan


Read Users' Comments (0)

Membangun Komputer 100% Bebas Virus


Membangun Komputer 100% Bebas Virus


Membangun sebuah sistem komputer yang bisa bebas dari serangan virus memang tidak mudah. Meski banyak software antivirus atau software firewall, tapi semua belum bisa menjamin 100 persen komputer terbebas dari serangan virus komputer. Pada edisi ini akan dibahas bagaimana membangun sebuah sistem komputer yang bisa terbebas dari seangan virus, worm dan sejenisnya.
Banyak para pengguna komputer yang belum tahu akan keberadaan serta kehandalan dari Recovery Card ini. dimana sistem proteksi secara hardware ini merupakan solusi nyata dan tidak bersifat sementara terhadap perkembangan infeksi virus komputer terlebih dari serangan virus lokal yang semakin meraja-lela. karena virus komputer tidak akan mampu menembus keterbatasan ruang yang diciptakan secara virtual oleh Recovery Card sehingga membuat virus-virus tersebut menjadi lumpuh nan ompong. Selama virus dan antivirus masih dalam medan yang sama terbuat dari program atau software, maka kita tidak akan mampu memenangkan pertempuran tersebut karena hanya terjadi kejar-mengejar saja. Kata iklan masak jeruk minum jeruk 

Untuk siapa Recovery Card ?

Sistem proteksi dengan hardware ini sangat cocok diaplikasikan untuk komputer pribadi, kantor, pelayanan umum, warnet, laboratorium atau komputer berbagi pakai untuk banyak pengguna. baik untuk tingkatan pemula maupun yang sudah mahir perihal seluk-beluk dunia pervirusan yang sudah capek dan jenuh memburu bayangan virus.

Read Users' Comments (0)

Topologi dan Jaringan


Pengertian Jaringan 

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas computer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

Tujuan dari jaringan komputer adalah:

Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk

Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
Akses informasi: contohnya web browsing 

Topologi Jaringan 

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.

Terdapat 6 jenis topologi yaitu : 
1. Topologi Bus

2. Topologi Ring

3. Topologi Star

4. Topologi Extended Star

5. Topologi Tree ( Pohon )

6. Topologi Mesh


 
Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sebagai berikut :

Jenis-jenis Media yaitu : 
Twisted Pair
Coaxial Cable
Optical Cable
Wireless

Topologi dibagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topology dan Logical Topologi. Dibawah ini adalah jenis-jenis Physical Topologi.

Jenis-jenis Physical Topology : 

• Topologi Bus 

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.

• Topologi Ring 

Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
lingkaran tertutup yang berisi node-node
sederhana dalam layout
signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
problem: sama dengan topologi bus
biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star

• Topolog Star 

Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP

• Topologi Extended Star 

Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu :
setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus
tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

• Topologi Tree ( Pohon )

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi.Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer

Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi. ia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access. Dibangun oleh seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.


• Topologi Mesh 

MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan

akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.
 

Read Users' Comments (0)

Topologi Pohon (Tree)
Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi.Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer
Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi. ia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.


Read Users' Comments (0)